Jangan Terlalu sering Posting Foto Anak di Sosial Media

Jaman sekarang ini, kebutuhan akan sosial media semakin meningkat pesat. Baik itu penggunaan instagaram, facebook, maupun sosial media lainnya. Membagikan kebahagian dengan anak melalui sosial media menjadi kebanggaan tersendiri untuk orang tua, namun alangkah lebih baiknya jika kita mengurangi posting foto anak di sosial media.

Anak Suka Malu

Kita sebagai orang tua sering posting foto anak kita di Sosial Media biasanya anak yang sudah mulai mengerti akan merasa malu. Karena seakan-akan anak itu menjadi manja, anak mami, ataupun kurang gentle dimata teman-temannya. Sosial media hendaklah hanya digunakan untuk mengabadikan momen-momen tertentu saja. Sehingga kita bisa melihat tumbuh kembang anak dari waktu ke waktu tanpa membuat risih si kecil.

Menjadi Contoh yang Kurang Baik

Perbedaan status sosial dan ekonomi seringkali menjadi jomplang diantara lingkungan anak dengan teman-temannya. Anak bisa menjadi berperilaku sombong, angkuh, karena seakan-akan memiliki kelebihan diantara teman-temannya. Hal ini disebabkan oleh perbedaan kemampuan orang tua, misalkan posting foto anak di sosial media ketika liburan ke luar negeri. Tidak semua orang tua menggunakan sosial media untuk menggunakan sehari-hari. Sehingga akan menimbulkan perselisihan untuk orang tua yang baru mengenal sosial media.

Abadikan Momen Terindah Saja

Memang semua yang kita Posting Foto Anak di Sosial Media itu memiliki momen yang indah. Alangkah lebih baiknya kita hanya menampilkan satu dari sekian banyak. Untuk melakukan hal tersebut, kita bisa menggunakan fitur Privacy yang sudah disediakan oleh sosial media. Google+, Facebook dan Instagram sudah bisa menyaring postingan sehingga hanya bisa terlihat oleh orang tertentu saja. Dengan memanfaatkan fitur ini, diharapkan kita bisa menonjolkan momen yang terindah dari setiap Posting Foto Anak di Sosial Media.

Diolok-olok Teman

Masa pertumbuhan yang memasuki remaja, membuat anak merasa bahwa mereka telah memiliki privasi yang tidak perlu diumbar orang tuanya. Di usia tersebut anak sangat sensitif terhadap penilaian orang lain termasuk teman-temanya, sehingga respon mereka cenderung resah dan khawatir.

Ada baiknya libatkan anak dalam bersosial media bersama, sehinga orangtua dan anak dapat saling mengenal, dan membicarakan apa yang dapat orang tua posting ataupun tidak. Orang tua juga dapat berkomunikasi untuk memantau sosial media yang dimiliki anak.

Demikian artikel ini. Semoga membantu.

Post Author: tknuri

TK NURI adalah Taman Kanak-kanak pertama yang didirikan di Desa Kutawaringin Kecamatan Kutawaringin Kabupaten Bandung.