Gangguan Berjalan Pada Anak serta Solusinya

Apa itu Gangguan Berjalan?

Gangguan berjalan adalah kelainan dan masalah yang dapat memengaruhi cara berjalan seseorang. Gangguan ini dapat disebabkan oleh gangguan pada telapak kaki, kaki, otak, otot, telinga, mata, sumsum tulang belakang, dan lain-lain.

Gangguan berjalan dapat timbul dalam berbagai bentuk, misalnya gangguan yang memengaruhi cara berjalan, keseimbangan, dan lain-lain. Untungnya, ada pengobatan dan terapi yang dapat menyembuhkan gangguan berjalan atau membantu seseorang untuk beradaptasi dengan kondisi ini.

Penyebab Gangguan Berjalan

Ada empat jenis penyebab yang berkaitan dengan gangguan berjalan:

  1. Cedera atau trauma yang menyebabkan peradangan dan nyeri
    1. Gangguan pada kaki, misalnya rambut dan kuku yang tumbuh di bawah kulit, mata ikan dan kapalan, kutil, nyeri pada kulit, dan lain-lain
    2. Infeksi
    3. Patah tulang
  2. Gangguan pada otot, sendi, atau tulang belakang
    1. Radang sendi
    2. Suntikan otot
    3. Postur tubuh yang tidak baik
    4. Spastisitas atau kekakuan otot
    5. Displasia pinggang bawaan
    6. Nyeri di tulang kering
    7. Tendonitis Myositis
    8. Torsio testis
    9. Melemahnya otot
    10. Bantalan lumbar yang menonjol keluar
    11. Spondylosis pada tulang serviks
    12. Cacat
  3. Gangguan saraf
    1. Abses, tumor, cedera atau trauma pada otak atau sumsum tulang belakang
    2. Vertigo atau migrain
    3. Stroke
    4. Ataksia serebral akut
    5. Lumpuh otak
    6. Sindrom Guillain-Barre
    7. Penyakit Parkinson
    8. Sklerosis ganda
    9. Mielopati
    10. Penyakit Meniere pada bagian dalam telinga dan penyakit telinga lainnya yang dapat mengganggu keseimbangan tubuh
    11. Poliomielitis
    12. Neuropati peroneal
    13. Polineuropati
    14. Degenerasi saraf serebral
    15. Syringomyelia
  4. Penyebab yang terisolasi lainnya
    1. Keracunan karbon monoksida atau mangan
    2. Penggunaan obat tertentu (dapat menyebabkan gangguan untuk sementara)
    3. Anemia perniniosa
    4. Gagal hati atau konsumsi alkohol berlebihan
    5. Kekurangan vitamin B12
    6. Obesitas
    7. Sensor tubuh yang bermasalah, misalnya mati rasa

Gejala Utama Gangguan Berjalan

Beberapa jenis gangguan berjalan dapat menyebabkan gejala yang sangat spesifik dan telah diberi nama tersendiri. Gejala tersebut meliputi:

  • Cara berjalan bungkuk – Kondisi ini terjadi saat seseorang memiliki postur tubuh yang bungkuk, sehingga kepala dan lehernya akan mengarah ke depan.
  • Cara berjalan kejang – Kondisi di mana seseorang menyeret salah satu kakinya saat berjalan
  • Bergoyang seperti bebek – Kondisi di mana seseorang berjalan seperti bebek, suatu gangguan yang dapat terjadi saat kecil atau dewasa.
  • Steppage – Kondisi ini ditandai dengan satu kaki yang mengarah ke bawah, dan jari kakinya akan bergesekan dengan tanah saat pasien berjalan
  • Cara berjalan seperti gunting – Cara berjalan seperti gunting adalah saat kaki menjadi agak lentur di pinggang dan lutut, sehingga kaki atau lutut akan menyilang seperti gunting.

Pasien dengan gangguan berjalan akan mengalami gejala berikut:

  • Mati rasa pada kulit di kaki yang mengalami gangguan
  • Nyeri pada kulit
  • Tidak dapat berjalan
  • Pusing
  • Kehilangan keseimbangan
  • Penglihatan ganda
  • Mabuk saat bergerak

Gangguan berjalan juga dapat menyebabkan pasien harus sangat mengubah gaya hidupnya dan menjadi tidak mandiri. Apabila gangguan disebabkan oleh penyakit lain, maka kondisi ini juga dapat disertai dengan gejala lain dari penyakit tersebut. Sebagai contoh, pasien yang menderita penyakit Parkinson akan mengalami gangguan berjalan yang disertai dengan kekakuan saat bergerak akibat otot yang kaku, tremor, postur yang bungkuk, suara yang lebih pelan, ingatan yang buruk, mengiler, kehilangan kemampuan motorik, lafal yang buruk saat berbicara, dan lain-lain.

Siapa yang Harus Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Pasien yang mengalami gangguan berjalan dapat melakukan konsultasi dengan dokter umum atau dokter bedah untuk mendapatkan pengobatan bagi penyebab gangguan, serta terapi fisik untuk mengobati gangguan berjalan.

Ahli medis biasanya akan menggunakan teknik yang beragam untuk mendiagnosis dan menemukan penyebab dari gangguan berjalan. Tes tersebut meliputi:

  • Uji pendengaran
  • MRI
  • Pemindaian CT untuk mendeteksi gangguan pada otak
  • Pemindaian pada bagian dalam telinga

Secara umum, ada 5 metode yang digunakan untuk menangani gangguan berjalan. Metode tersebut adalah:

  1. Pengobatan untuk penyebab gangguan. Apabila gangguan berjalan disebabkan oleh penyakit atau kondisi lain, mengobati penyakit atau kondisi tersebut seringkali dapat menghilangkan gangguan berjalan. Salah satu contoh adalah saat cedera atau trauma mengganggu kemampuan atau cara berjalan seseorang; saat cedera sembuh, gangguan berjalan juga akan hilang.
  2. Terapi fisik dalam jangka panjang. Ada beberapa gangguan berjalan yang tidak akan hilang dalam jangka panjang dan membutuhkan penanganan dan pengobatan tertentu.
  3. Operasi. Beberapa gangguan fisik yang menghambat kemampuan seseorang untuk berjalan dengan baik, biasanya yang disebabkan oleh masalah sendi, juga dapat disembuhkan dengan operasi.
  4. Alat bantu berjalan. Gangguan berjalan sementara atau jangka panjang dapat ditangani dengan menggunakan alat penyokong kaki, bidai sepatu, atau tongkat.
  5. Obat-obatan. Obat tertentu, seperti obat untuk mengendurkan otot dan obat anti kejang, terkadang dapat membantu memperbaiki cara berjalan seseorang yang bermasalah.

Cara berjalan yang baik sangat mendukung tumbuh kembang fisik balita Anda. Sebaliknya, jika ada yang salah dalam cara berjalan balita, terlebih jika kondisi itu terjadi selama beberapa lama, pertumbuhan tulang dan ototnya –terutama otot kaki dan panggul- akan mengalami masalah lain.
Berikut ini, gangguan berjalan yang sering dialami balita:

 

Berjalan Timpang atau Pincang

Mungkin si kecil merasakan sakit di salah satu kakinya, misalnya ia mengalami terkilir atau keseleo (tanpa Anda ketahui). Penyebab lain yang bukan karena cidera adalah adanya kelainan pada tulang panggul anak.

 

Jalan Jinjit

Selain jinjit, anak juga tidak bisa berdiri dengan kaki mendatar. Ditengarai tidak normal atau mengalami kondisi medik, terutama bila berlangsung hingga usia anak lebih dari 3 tahun. Muncul sebagai kebiasaan berjalan jinjit, hingga kemudian menjadi indikator adanya gangguan saraf otot. Konsultasikan pada dokter ahli saraf bila anak terus melakukannya. Jika kebiasaan ini dilakukan anak di awal belajar berjalan, itu masih terbilang normal.

 

Jalan Seperti Burung

Mungkin si kecil merasakan sakit di salah satu kakinya, misalnya ia mengalami terkilir atau keseleo (tanpa Anda ketahui). Penyebab lain yang bukan karena cidera adalah adanya kelainan pada tulang panggul anak.

Rujukan:

  • McGee S. Stance and gait. In: McGee S. Evidence-Based Physical Diagnosis. 3rd ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2012:chap 6.
  • Thompson PD Nutt JG. Gait disorders. In: Daroff RB, Fenichel GM, Jankovic J, Mazziotta JC. Bradley’s Neurology in Clinical Practice. 6th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2012:chap 22.

Post Author: tknuri

TK NURI adalah Taman Kanak-kanak pertama yang didirikan di Desa Kutawaringin Kecamatan Kutawaringin Kabupaten Bandung.