Makna Idul Adha untuk Anak

Idul Adha merupakan salah satu hari besar untuk agama islam. Didalamnya ada proses penyembelihan hewan kurban. Hewan kurban ini sungguh dalam artinya bukan hanya sebagai penyembelihan hewan biasa, namun dampak secara spritual, emosional maupun sosial itu sangat baik. Tapi bagaimanakah cara menceritakannya kepada anak? Apakah melihat proses penyembelihan secara langsung untuk anak baik? yuk mari kita lihat selengkapnya.

Sejarah singkat Idul Adha

Idul Adha didalam agama islam terjadi ketika Nabi Ibrahim A.S. mempunyai janji kepada Allah untuk menyembelih anaknya. Dan akhirnya, sampailah pada puncaknya. Nabi Ibrahim A.S. menyembelih anaknya Nabi Ismail A.S. digantikanya Nabi Ismail dengan Domba oleh Allah SWT. Bagaimana cara menceritakannya terhadap anak?

Menurut Psikolog Elly Risman yang di kutip melalui Republika mengatakan, “Orang tua perlu mencari tahu dan mendalami kisah kurban sehingga mendapat penjelasan untuk menceritakan kembali ke anak-anaknya”. Pemahaman orang tua terhadap kisah Idul Adha ini, haruslah cukup dalam supaya bisa menjelaskan secara mudah dipahami oleh anak.

Selain bercerita, anak-anak juga bisa diajak bermain untuk mendalami makna Idul Adha. Hal ini juga menuntut kreativitas orang tua untuk menciptakan permainan dari benda di sekitarnya. Elly mencontohkan, bisa menggunakan bubur kertas untuk membuat miniatur Ka’bah dan mengajak anak untuk mempelajari prosesi haji.

Hal mengasyikkan lainnya, kata Elly, yakni dengan mengajak anak bernyanyi. Salah satu contoh lagu yang cocok dengan tema kurban adalah lagu “Belajar dari Ibrahim” yang dinyanyikan oleh grup nasyid Snada. “Belajar dari Ibrahim. Belajar takwa kepada Allah. Nah itu liriknya sangat bagus dan bisa dinyanyikan bersama anak,” ujar Elly.

Dampak Spiritual

Anak akan memiliki rasa ingin tahu yang baru ketika baru mendengar cerita tersebut. Menambah rasa Iman anak terhadap agama yang dianutnya merupakan salah satu didikan yang harus ditanamkan oleh setiap orang tua. Menurut wawancara dokter Anisa Salmah menyebutkan bahwa, Agama adalah dinding terakhir dari pertahanan jiwa. Menurut ilmu kejiawaan, ketika seseorang merasa bersalah maka hal yang terakhir bisa menyelamatkan serangan jiwa itu adalah agama.

Dampak Emosional

Sebagai orang tua tentu ingin anaknya segera lahir dan melihat bagaimana proses penyembelihan kurban itu terjadi. Tapi, hati-hati anak tidak boleh melihat darah secara langsung. Menurut Imam Besar Istiqlal, “anak tidak boleh melihat darah secara langsung, karena ada dampak secara psikologisnya.”

Dampak Sosial

Secara sosial, distribusi daging kurban terhadap masyarakat adalah suatu tindakan nyata untuk menikmati daging bisa oleh semua kalangan. Anak akan melihat bagaimana masyarakat terjun langsung bergotong-royong mengurus hewan kurban. Anak pun bisa ikut andil dalam proses mengantarkan daging ke wilayah terdekat secara bersama-sama. Hal ini tentu, memberikan pengalaman yang baik terhadap si kecil.

Demikian. Lihat juga artikel perkembangan anak lainnya.

Post Author: tknuri

TK NURI adalah Taman Kanak-kanak pertama yang didirikan di Desa Kutawaringin Kecamatan Kutawaringin Kabupaten Bandung.

Tinggalkan Balasan